Tak Selalu Handal, Ini Kekurangan Rangka Baja Ringan yang Perlu Anda Ketahui

baja ringan

Rangka baja ringan sudah jamak dipakai di dunia arsitektur. Tapi, tahukah Anda produk struktural ini memiliki beberapa kelemahan?

Tahan Panas dan Hujan Tapi Bukan Kondisi Ekstrem

Banyak produsen baja ringan yang mengklaim produknya mampu bertahan di dalam kondisi cuaca ekstrem seperti hujan dan panas yang masif. Padahal, faktanya kerangka baja ringan bukanlah produk struktural untuk eksterior. Produk ini hanya berperan sebagai penopang bagian atas rumah layaknya rangka kayu.

Paparan panas terik dan hujan deras dalam jangka waktu lama dan masif berpotensi menggerus lapisan anti karatnya sehingga memicu munculnya korosi. Meski demikian, kerangka baja ringan tetap memiliki usia lebih lama daripada rangka kayu. Agar rangka baja ringan bisa bertahan lama, sebaiknya lakukan pemasangan di musim panas bukan di musim hujan. Di samping itu, pasang penutup atap yang bisa menutup sempurna demi menghindari kebocoran.

Rentan Tergores

Meski terbuat dari material baja, rangka baja ringan rentan terhadap goresan terutama goresan yang terjadi saat proses pemasangan. Sebagian besar kasus kerangka baja tergores terjadi karena kelalaian kerja. Akibatnya goresan tersebut berpotensi memicu karat apabila bereaksi dengan oksigen dan air. Demi menghindari hal ini, lakukan pemasangan dengan hati-hati dan segera lapisi ulang bagian yang sudah tergores dengan cat anti karat.

Reaktif Terhadap Larutan Asam

Pada saat proses perangkaian baja ringan, sebaiknya jauhkan dari larutan asam seperti cairan pembersih lantai. Lapisan anti karat pada baja ringan ternyata cukup reaktif bila bersentuhan dengan cairan asam. Apalagi kalau lapisan anti karat tersebut mengelupas tentu membuat karat mudah sekali terbentuk.

Tak Tahan Air Semen

Baja ringan juga tak tahan terhadap air semen. Itu sebabnya pada saat proses pembetonan maupun penyemenan sambungan, rangka baja ditutup dengan lapisan plastik kedap air atau deklit demi menghindari terkena air semen. Air semen bisa memicu reaksi kimia yang merusak lapisan baja ringan sehingga mudah memunculkan karat. Meski rangka baja ringan memiliki kelemahan, produk struktural ini masih lebih baik daripada material baja konvensional maupun kayu. Belum lagi biaya pemasangannya cukup terjangkau sehingga cocok untuk proses pembangunan yang lebih efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *